siklus akuntansi terdiri dari proses pencatatan jurnal, posting di buku besar serta pengihktisaran neraca saldo dan pelaporan keuangan berupa laba rugi, equitas, neraca dan arus kas

Kamis, 16 November 2017

4 Macam Laporan keuangan Dalam Siklus Akuntansi - labakuntansi


Laporan keuangan ( Finanscial Statement ) merupakan hasil akhir dari semua proses dalam siklus akuntansi yang dapat digunakan untuk menginformasikan aktifitas perusahaan kepada pihak – pihak pemakai informasi akuntansi. Sedangkan menurut Standar Akuntansi Keuangan dijelaskan bahwa “ tujuan laporan keuangan ialah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.”

Macam – Macam Laporan Keuangan

Adapun macamnya berdasarkan urutan penyajiannya ialah sebagai berikut :

Laporan Laba Rugi ( Income Statement )

Merupakan susunan laporan yang sistematis tentang pendapatan dan beban suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dari laporan laba rugi maka perusahaan  akan mengetahui tentang kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan transaksi perusahaan dan untung atau ruginya suatu perusahaan. Berikut ini contoh format laporan laba rugi.
laporan laba rugi

Laporan Equitas Pemilik ( Owner’s Equity )

Disebut juga laporan perubahan modal adalah laporan yang menyajikan perubahan equitas ( saham atau modal ) dalam suatu periode tertentu. Equitas atau modal akan bertambah dengan adanya laba bersih ataupun dengan penyetoran modal ( investasi ), sementara akan berkurang dengan adanya rugi bersih atau penarikan oleh pemilik modal. Adapun format dari laporan perubahan modal ialah sebaai berikut.
laporan perubahan modal

Neraca ( Balance Sheet )

Adalah laporan yang menyajikan tentang posisi asset, kewajiban serta equitas perusahaan pada periode tertentu. Tujuan dari neraca ialah untuk menggambarkan posisi keuangan perusahaan. Berikut ini contoh format dari neraca atau balance sheet.
neraca

Laporan Arus Kas (Cash Flows Statement)

Adalah laporan yang menggambarkan tentang keluar masuknya kas secara terperinci dari setiap aktivitas, mulai dari aktivitas operasional, investasi, dan juga aktivitas pendanaan atau pembiayaan dalam suatu periode siklus akuntansi. Berikut ini contoh bentuk format laporan arus kas.
laporan arus kas



Nah itulah laporan keuangan yang umum disajikan dalam siklus akuntansi di setiap perusahaan, yang pelaporannya dilakukan dalam satu periode akuntansi. Apabila ada yang dipertanyakan atau ditambahkan, silahkan bisa mengisi di kolom komentar, atas kunjungannya saya ucapkan terima kasih.
Share:

Kamis, 09 November 2017

Pemakai Informasi Akuntansi Dari Pihak Internal Dan Eksternal


Akuntansi juga dapat didefinisikan sebagai sebuah system informasi yang dibutuhkan oleh pihak – pihak yang memiliki kepentingan dengan laporan keuangan perusahaan. Akuntansi juga sering disebut sebagai bahasa bisnis.
Jenis informasi yang dibutuhkan oleh para pengguna informasi akuntansi ini berbeda – beda, tergantung atas jenis kebutuhan dan keputusan yang hendak di ambil. Para pemakai informasi akuntansi ini dikelompokan menjadi dua, yaitu pemakai internal ( dalam perusahaan ) dan pemakai eksternal ( diluar perusahaan ).

Pemakai Internal ( internal users )

Pemilik Perusahaan

Pemilik perusahaan sangatlah membutuhkan informasi dari laporan keuangan perusahaan yang dimilikinya. Tentu saja mereka ingin mengetahui perkembangan dari perusahaan yang mereka miliki, posisi keuangan perusahaan, penambahan modal dari keuntungan, keiatan perusahaan dan masih banyak hal yang bisa pemilik perusahaan ketahui dari laporan keuangan perusahaan. 

Direktur

 Pihak ini membutuhkan informasi akuntansi untuk mengetahui tingkat perkembangan perusahaan. Oleh karenanya direktur perusahaan membutuhkan informasi tentang posisi keuangan setiap siklusnya.

Manager Keuangan

Untuk menentukan mampu tidaknya perusahaan dalam membayar beban dan utangnya kepada pihak yang terkait secara tepat waktu.  Maka mereka membutuhkan informasi tentang ketersediaan kas saat menjelang jatuh temponya kewajiban perusahaan.

Manager Pemasaran

Manager pemasaran membutuhkan informasi ini untuk mengetahui seberapa efektifnya system saluran distribusi di lapangan serta tingkat keberhasilan pemasaran perusahaan. Oleh karenanya mereka membutuhkan informasi akuntansi yaitu seberapa besarnya hasil penjualan dan beban yang terjadi dalam menjalankan pemasarannya.

Manager Produksi

Manager produksi membutuhkan informasi akuntansi biaya untuk menentukan harga pokok produksi sehingga mereka bisa dengan tepat menentukan harga jual barang per unitnya.

Karyawan

Tidak ketinggalan pula pihak yang satu ini, mereka membutuhkan informasi akuntansi untuk mengetahui tingkat perkembangan perusahaan, sehingga mereka dapat mengetahui hal – hal seperti kenaikan gaji dan juga besarnya bonus yang akan mereka terima.

Pemakai eksternal ( exsternal users )

Pemerintah

Pihak pemerintah membutuhkan informasi keuangn perusahaan untuk menghitung danmenetapkan besarnya pajak yang harus dusetorkan perusahaan ( sebagai wajib pajak ) tersebut.

Investor

Pihak investor sangat membutuhkan informasi keuangan perusahaan penerima modal, yaitu untuk menentukan apakah mereka akan membeli ataupun menjual saham yang mereka miliki dari perusahaan tersebut. Dari ;aporan keuangan pula investor dapat menilai prospek kedepan untuk berinvestasi di perusahaan yang bersangkutan, apakah menguntungkan atau malah sebaliknya.

Kreditor

Pihak kreditor membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk mengetahui besarnya resiko dari pemberian kredit atau pinjaman kepada perusahaan tertentu.sehingga mereka dapat menentukan pula jumlah pinjaman yang akan di berikannya.

Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan baik bank maupun non bank, pasti memerlukan informasi laporan keuangan perusahaan untuk mempertimbangkan pengajuan kredit yang akan di berikan kepada perusahaan yang bersangkutan.

Supplier

Pihak supplier juga membutuhkan  informasi keuangan perusahaan untuk mempertimbangkan seberapa tingkat liquiditas perusahaan yang akan mereka jadikan customer, sehingga mereka dapat menentukan tingkat kepercayaan mereka kepada customer dalam menerima barang – barang yang mereka berikan.

Ekonom atau Analis

Pihak ini berkepentingan untuk mengetahui tingkat inflasi, perkembangan ekonomi , tingkat pertumbuhan masyarakat dan hal hal yang bersangkutan lainnya.

Badan Pengawas Pasar Modal


Disebut juga BAPEPAM, mewajibkan seluruh public corporation untuk melampirkan laporan keuangan mereka masing – masing secara rutin. BAPAPEM sendiri berkepentingan untuk melindungi para pihak investor.

Nah itulah pihak - pihak pemakai informasi akuntansi yang memiliki kepentingan dari laporan keuangan perusahaan. 
Share:

Contoh Transaksi Jurnal penjualan Di Perusahaan Dagang

Pengertian


Jurnal penjualan adalah ayat jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat semua transaksi  penjualan secara kredit.
Transaksi penjualan disini di tujukan bukan hanya untuk barang dagangan saja, tetapi termasuk dalam penjualan jasa, asset peruhaan seperti tanah, gedung, kendaraan bekas, dan lainnya yang dilakukan secara kredit.

Bentuk

Adapun bentuk dari jurnal khusus penjualan ialah sebagi berikut :

SERVICE ABADI
JURNAL PENJUALAN


Periode ....
jurnal penjualan

Untuk keterangan masing – masing kolom dapat anda lihat pada artikel saya yang sebelumnya yaitu di macam - macam jurnal khusus perusahaan dagang.

Contoh Transaksi Dan Jawabannya

Berikut ini beberapa transaksi yang terjadi  pada perusahaan Service Abadi milik Bapak Dulsalam pada bulan januari 2019.
  • Pada tanggal 13 januari, Service Abadi menjual asset tetap yang dimiliki berupa tanah kepada Ny. Darwi   sebesar Rp. 300.000.000,- dengan pemayaran kredit yang akan di bayarkan pada bulan depan.
  • Pada tanggal 14 januari, di jual barang dagangan kepada Tn. Ranto seharga Rp 6.600.000,- dengan termin 2/10, n/30.
  • Pada tanggal 17 januari, dijual barang dagang kepada Tn. Karno sebesar Rp. 4.000.000,- dengan termin 3/5 n/20.
  • Pada tanggal 20 januari, Service Abadi menjual asset tetap yang berupa kendaraan kepada UD CARILAH secara kredit dengan harga sebesar Rp. 56.000.000,-.
  • Pada tanggal 24 januari, Service Abadi melakukan service kendaraan kepada pelanggan nya UD RITA dengan nominal sebesar Rp. 1.200.000,- dan pembayaran dilakukan secara kredit dengan termin 2/10, n/30.
  • Pada tanggal 26 januari, di jual barang dagangan kepada pelangganya Ny. Darwi sebesar Rp. 7.000.000,- dengan termin 2/10, n/30.
  • Pada tanggal 27 januari, dijual barang dagangan kepada Tn. Karno sebesar Rp. 4.000.000,- dengan termin 2/10, n/30.


Pencatatan ayat jurnal di dalam jurnal penjualannya ialah sebagai berikut :



SERVICE ABADI
JURNAL PENJUALAN
Periode Januari 2019

jurnal penjualanNah itulah contoh transaksi untuk jurnal penjualan di perusahaan dagang beserta dengan jawabannya.untuk informasi tentang akuntansi lainnya.. bisa anda cari langsung di kolom pencarian blog ini, atau bisa juga dengan mengisi kolom komentar di bawah.. terima kasih atas kunjungannya.
Share:

Rabu, 08 November 2017

Perbedaan Antara Koreksi Dengan Penyesuaian Dan Contoh Koreksi Akun

koreksi akun

Perbedaan

Dari kedua kegiatan tersebut, yaitu koreksi dan penyesuaian, bagi sebagian orang bisa di bilang sama saja, padahal pada dasarnya sangatlah berbeda. Koreksi sendiri di buat untuk memperbaiki nilai transaksi yang salah ataupun pengunaan akun yang salah. Sedangkan penyesuaian ialah di buat untuk memperbaharui data akun – akun agar lebih akurat lagi. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang koreksi akun, adapun untuk pembahasan tentang jurnal penyesuaian, dapat anda lihat pada artikel saya sebelum nya dalam Contoh Jurnal Penyesuaian dan Akun Akun yang Harus Disesuakan

Contoh Koreksi Akun

Berikut ini saya sajikan beberapa contoh soal tentang koreksi akun dan cara penyelesaiannya. Mangga di simak..:-)

Pada tanggal 14 agustus 2019, MAKMUR ABADI  melakukan pembelian peralatan secara kredit seharga Rp. 7.200.000,-.
Ayat jurnal yang benar ialah seharusnya sebagai berikut :
Peralatan                             Rp. 7.200.000,-
                Utang                                                    Rp. 7.200.000,-

Adapun kesalahan yang bisa terjadi ialah sebagai berikut.

Dicatat dalam buku jurnal sebagai pembelian peralatan secara tunai. Terjadi kesalahan pada pembayarannya, saharusnya kredit namun tunai. Ilustrasinya ialah sebagai berikut :
Pencatatan saat pertama :
peralatan                             7.200.000,-         
                kas                                                         7.200.000,-
Jurnal koreksi nya sebagai berikut :
Kas                                         7.200.000,-
                Utang                                                    7.200.000,-

Dicatat sebagai pembelian perlengkapan secara kredit. Terjadi kesalahan pengentrian akun  (ayat jurnal). Seharusnya peralatan namun di catat sebagai perlengkapan.
Pencatatan saat pertama :
Perlengkapan                    Rp. 7.200.000,-
                Utang                                                    Rp. 7.200.000,-
Maka ayat jurnal koreksinya ialah sebagai berikut :
Peralatan                             Rp. 7.200.000,-
                Perlengkapan                                    Rp. 7.200.000,-

Dicatat sebagai pembelian perlengkapan secara tunai. Terjadi kesalahan pada entry ayat jurnal dan juga cara pembayarannya. Adapun ilustrasinya adalah sebagai beriku.
Pencatatan saat pertama :
Perlengkapan                    Rp. 7.200.000,-
                Kas                                                         Rp. 7.200.000,-
Ayat jurnal koreksinya ialah sebagai berikut :
Kas                                         Rp. 7.200.000,-
                Perlengkapan                                    Rp. 7.200.000,-
Peralatan                             Rp. 7.200.000,-
                Utang                                                    Rp. 7.200.000,-

Dicatat sebagai pembelian peralatan secara kredit sebesar Rp. 9.200.000,-. Terjadi kesalahan pencatatan pada nominal ( kelebihan ). Ilustrasinya ialah sebagai berikut :
Peralatan                             Rp. 9.200.000,-
                Utang                                                    Rp. 9.200.000,-

Dicatat sebagai pembelian peralatan secara kredit namun senilai Rp. 6.200.000,-. Yaitu terjadi kesalahan pada pencatatan nominalnya saja.
Pencatatan saat pertama :
Peralatan                             Rp. 6.200.000,-
                Utang                                                    Rp. 6.200.000,-
Ayat jurnal koreksinya ialah berikut ini :
Peralatan                             Rp. 1.000.000,-
                Utang                                                    Rp. 1.000.000,-

Kesimpulan

Dari sekian kasus koreksi akun, dapat kita simpulkan bahwa dalam mengoreksi akun hanya di butuhkan untuk mengenalisis apakah pengentrian akun yang salah, atau pengentrian nominal, atau bisa saja pada kedua - duanya. Tinggal cara anda menganalisisnya saja. 

Nah itulah beberapa contoh koreksi akun yang bisa saya bagikan sementara ini, untuk kasus koreksi lainnya bisa agan agan tanyakan lewat kolom komentar di bawah ini, ok teri







Share:

Senin, 06 November 2017

Contoh Jurnal Penyesuaian Dan Akun - Akun Yang Harus Disesuaikan

Pengertian

Jurnal penyesuaian adalah ayat jurnal yang di buat untuk akun – akun khusus yang harus di sesuaikan dari akun neraca saldo sebelum di sajikan ke dalam laporan keuangan. Tujuan dari pembuatan ayat jurnal penyesuaian ini adalah untuk mengupdate data laporan keuangan agar sesuai dengan konsep accrual basis dan konsep penandingan yang berlaku dalam konsep akuntansi.
Akun - akun yang di menjadikan data menjadi up to date pada akhir periode dinamakan ayat jurnal penyesuaian atau adjusting journal entry. Adapun akun – akun yang memerlukan penyesuaian ialah :

Beban – beban yang masih harus di bayar (accrued expenses)
Pendapatan yang masih harus di terima (accrued revenues)
Beban atau biaya yang di bayar dimuka (prepaid expenses)
Pendapatan yang diterima dimuka (deffered revenues)

Beban  yang masih harus di bayar atau accrued expenses

Sepanjang periode, ada beban – beban tertentu yang telah terjadi namun pembayarannya masih belum dilakukan sampai pada periode selanjutnya. Karenanya pada akhir periode akuntansi perlu untuk mencatat beban tersebut meskipun belum dilakukan pembayaran. Cara pencatatannya ialah dengan mendebet akun beban dan mengkredit akun utang.
Berikut ini adalah contoh ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat beban yang belum terbayarkan tersebut.
jurnal penyesuaian 

Contoh soal :

Perusahaan milik bapak Dulsalam “MAKMUR ABADI” melakukan pembayaran gaji karyawannya setiap tanggal 27 setiap bulannya. Sementara pada tanggal 31 Desember perusahaannya membuat laporan per periode akuntansi. Maka gaji karyawan pada tanggal 28, 29, 30,dan 31 haruslah di hitung walupun belum dilakukan pembayaran. Misalkan besarnya gaji karyawan terhitung per harinya sebesar Rp. 500.000,-, maka besar utang gaji yang belum terbayarkan ialah 4 hari x Rp. 500.000,- = Rp. 2.000.000,-. maka jurnal penyesuaiannya ialah sebagai berikut :
jurnal penyesuaian

Pendapatan yang masih harus di terima atau accrued revenues

Dalam sebuah periode akuntansi, ada pula pendapatan yang harus sudah di terima namun belum dilakukan penagihan kas nya, misalnya bunga pinjaman. Maka dari itu pendapatan tersebut haruslah dilakukan pencatatannya dengan ayat jurnal penyesuaian di akhir periode. Adapun ayat jurnalnya ialah sebagai berikut :
jurnal penyesuaian

Contoh soal :

Pada tanggal 1 November 2018, “MAKMUR ABADI” memberikan pinjaman uang kepada UD SEJAHTERA sebesar Rp. 30.000.000,- dengan ketetuan jangka waktu selama 6 bulan dan besarnya bunya 1% per bulan. Maka pada saat periode akuntansi telah tiba yaitu 31 Desember 2018 dan penagihan atas bunga belum dilakukan, maka bunga tersebut harus di catat ke dalam jurnal penyesuaian sebagai pendapatan yang masih harus di terima. Adapun pencatatan ayat jurnalnya ialah sebagai berikut :
jurnal penyesuaian

Beban atau biaya yang di bayar dimuka atau prepaid expenses

Dalam menjalankan usaha, perusahaan terkadang melakukan pembayaran terhadap beban – beban yang belum digunakannya, seperti asuransi dan juga sewa yang di bayarkan pada awal untuk beban jangka waktu ke depan. Saat dilakukan pembayaran beban tersebut, maka perusahaan akan mencatatnya sebagai asset perusahaan. Oleh karenanya, pada akhir periode, akun asset tersebut haruslah disesuaikan nominalnya. Adapun ayat jurnalnya ialah sebagai berikut :
jurnal penyesuaian

Contoh soal :

Pada tanggal 1 Januari 2018, perusahaan “MAKMUR ABADI” melakukan pembayaran atas asuransi perusahaan untuk jangka waktu 5 tahun ke depan sebesar Rp. 15.000.000,-. Maka pada akhir periode yaitu tanggal 31 Desember 2018, perlu dilakukan atas akun asuransi dibayar dimuka tersebut. Adapun ayat jurnal penyesuaiannya ialah sebagai berikut :
jurnal penyesuaian

Pendapatan Diterima Dimuka

Dalam transaksi keseharian, terkadang ada saja pelanggan yang memberikan bayaran kepada perusahaan padahal jasa atau barang belum perusahaan berikan kepadda pihak pelanggan. Jumlah pendapatan yang di terima dimuka ini tentunya akan di catat sebagai pendapatan dengan mendebet akun kas, dan pada posisi kreditnya bisa dengan mengkredit akun pendapatan atau dengan akun utang ( pendapatan diterima dimuka ).
Dengan adanya salah satu dari dua akun yang bisa digunakan pada sisi kredit, maka akan berbeda pula data pembuatan jurnal penyesuaiannya. Adapun ketentuannya sebagai berikut :

Mengkredit akun pendapatan

Apabila saat kas diterima dan pencatatannya dengan mengkredit akun pendapatan, maka pada saat penyesuaian harus mengkredit akun utang ( pendapatan diterima dimuka ) sebesar jumlah pendapatan yang ditangguhkan untuk tahun berikutnya, dan mendebet akun pendapatan. Maka ayat jurnalnya ialah sebagai berikut :
jurnal penyesuaian

Contoh soal lagi :

Pada tanggal 1 January 2019 “MAKMUR ABADI” menerima pembayaran sewa halaman dari tukang martabak untuk jangka waktu  4 tahun kedepan  sebesar Rp. 8.000.000,-. Maka pencatatannya ialah sebagai berikut,
jurnal penyesuaian(Rp. 8.000.000,- x ¾ = Rp. 6.000.000,- )

Mengkredit Akun Utang ( Pendapatan Diterima Dimuka)

Jika pencatatan pertamanya dengan mengkredit akun utang, maka emngharuskan saat penyesuaian mengkredit akun pendapatan sebesar nominal yang diterima saat periode berjalan.
Adapun ayat jurnalnya ialah sebagai berikut :
jurnal penyesuaian
Contoh penyelesaian soal ( soalnya sama seperti si tukang martabak tadi) :
jurnal penyesuaian
Catatan : kedua metode tersebut akan tetap menghasilkan nilai akhir yang sama.
Ok terima kasih sudah berkunjung di labakuntansi-feui.com……semoga dapat memahami yang saya tuliskan…apabila ada pertanyaan atau ada yang belum di mengerti, silakan untuk mengisi kolom komentar, insya allah akan saya jawab…. Salam sejahtera..












Share:

Sabtu, 04 November 2017

Neraca Saldo Serta Cara Penyusunan Dari Buku Besar Dan Kesalahannya

Pengertian

Neraca saldo ialah susunan dari semua akun beserta saldo debet kredit dari akun akun permanen dan juag akun temporary. Setelah semua akun telah di posting ke dalam buku besar, maka saldo akhir dari masing – masing akun akan di pindahkan kedalam neraca saldo.

Tujuan

Tujuan dari pembuatan neraca saldo sendiri ialah untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam proses posting akun ke dalam buku besar. Caranya ialah dengan memastikan kecocokan atau balancenya antara sisi debet dengan sisi kredit.

Kesalahan Dalam Neraca Saldo

Namun dengan seimbangnya jumlah sisi debet dengan kredit, belum tentu bahwa pencatatan tersebut benar. Antara jumlah debet dan kredit akan tetap sama walaupun ada kesalahan pada salah satu proses, yaitu dengan kesalahan sebagai berikut :
Terdapat transaksi yang tidak di catat atau di jurnal ( sengaja atau tidak sengaja untuk terlewatkan).
Terdapat transaksi yang di catat secara ganda ( dua kali ) pada buku jurnal.
Kesalahan identifikasi akun dalam proses pencatatan ayat jurnal, misalnya pembelian peralatan kantor yang secara tunai di catat kedalam buku jurnal sebagai penambahan utang. Dalam kasus ini, walaupun pengidentifikasian salah, yaitu dengan mengkredit akun utang, seharusnya mengkredit akun kas, namun posisi antara debet dan kredit tetaplah seimbang.

Bentuk 

Bentuk neraca saldo sangatlah simple, hanya terdiri dari kolom kode akun, nama akun, debet dan kredit.

neraca saldo

Keterangan :


  • Kolom kode akun, yaitu di isi dengan kode dari akun.
  • Kolom nama akun, di isi dengan nama dari akun yang bersangkutan.
  • Kolom debet, di isi dengan saldo akhir dari akun pada buku buku besar.
  • Kolom kredit juga di isi dengan saldo akhir dari akun di dalam buku besar

Penyusunan Saldo Dari Buku Besar

Berikut ini saya akan memberkan contoh ilustrasi pemindahan dari buku besar ke dalam neraca saldo.
neraca saldo



Nah itulah ringkasan materi seputar neraca saldo yang bisa saya bagikan kepada para calon accounting semua, mulai dari pengertian, tujuan, kesalahan dalam menyusunnya, bentuk, serta ilustrasi pemindahan saldo akun dari buku besar ke dalam neraca saldo. Terima kasih untuk kunjungannya, salam sejahtera selalu yaa… J






































Share:

Jumat, 03 November 2017

Buku Besar Dan Proses Posting Akun Dari Jurnal Umum

Pengertian

Buku besar merupakan akumulasi rincian saldo dari masing – masing akun mulai dari saldo awal, mutasi debet, mutasi kredit hingga saldo akhir dari akun tersebut.  Setelah melakukan pencatatan pada jurnal, baik itu jurnal umum maupun jurnal khusus, maka langkah selanjutnya dalam siklus akuntansi ialah memposting akun ke dalam buku besar.

Macam dan Tujuan

Buku besar umumnya di bedakan menjadi dua, yaitu buku besar umum, dan buku besar pembantu.
Buku besar umum selalu dibuat untuk semua akun pada laporan keuangan.
Sementara buku besar pembantu hanya di gunakan untuk beberapa akun saja. Akun yang biasa menggunakan buku besar pembantu ialah akun piutang  dan juga akun utang. Adapun isi dari buku besar pembantu akun piutang ialah rincian saldo serta mutasi debet dan kredit dari masing – masing debitor. Sementara isi dari buku besar pembantu akun utang ialah rincian saldo serta mutasi debet dan kredit dari masing – masing kreditor.

Tujuan dari posting akun kedalam buku besar ialah untuk mengetahui rincian transaksi serta saldo akhir setiap akun.

Bentuk

Buku besar bentuk T

Bentuk ini sangantlah simple, hanya berbentuk huruf "T" sebagai pemisah antara sisi debet dan kredit.  Adapun bentuknya ialah sebagai berikut :


buku besar

Bentuk Skontro ( standar )

Bentuk standar ialah bentuk yang paling umum di gunakan dalam perusahaan – perusahaan, adapun bentuknya sebagai berikut :

buku besar

Keterangan :

  1. Kolom tanggal di isi dengan tanggal terjadinya transaksi.
  2. Kolom keterangan, di isi dengan keterangan transaksi.
  3. Kolom referensi, di isi dengan no halaman jurnal sebagai sumber data.
  4. Kolom debet, di isi dengan mutasi transaksi dari debit.
  5. Kolom kredit, di isi dengan mutasi transaksi dari kredit.
  6. Kolom saldo debet di isi dengan jumlah saldo setiap terjadi mutasi sampai dengan saldo akhir.
  7. Kolom saldo kredit di isi dengan jumlah saldo setiap terjadi mutasi sampai dengan saldo akhir.

Posting Dari Jurnal Ke Buku Besar

Adapun ilustrasi proses posting dari buku harian atau buku jurnal ke buku besar ialah di gambarkan dalam gambar di bawah ini.
posting jurnal umum ke buku besar

Keterangan :


  • Akun yang di posting di atas adalah akun kas
  • Tanggal pada buku besar menyesuaikan dengan tanggal transaksi pada jurnal umum
  • Kolom referensi pada jurnal umum di isi dengan no halaman akun buku besar
  • Kolom referensi buku besar di isi dengan no halaman jurnal umum
  • Setiap transaksi yang terjadi dengan akun kas, maka mutasinya akan dipindah ke dalam buku besar akun kas, dengan posisi debet kredit menyesuaikan dari buku jurnal.
Nah itulah penjelasan singkat tentang pengertian, macam, bentuk buku besar serta proses posting dari jurnal umum ke dalam buku besar. Semoga bermanfaat.


Share:

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

4 Macam Laporan keuangan Dalam Siklus Akuntansi - labakuntansi

Laporan keuangan ( Finanscial Statement ) merupakan hasil akhir dari semua proses dalam siklus akuntansi yang dapat digunakan untuk meng...